Ragam

Rapat Paripurna DPRD Kota Depok Tentang Perubahan Anggaran, Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Depok Tahun Anggaran 2021.

Depok, Rakyatwaspada.com. Laporan Badan Anggaran DPRD kota Depok berharap hasil pembahasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Depok Tahun Anggaran 2021.Kamis, (30/08/21).

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok, para anggota DPRD kota Depok unsur forum koordinasi pimpinan daerah kota Depok, Sekretaris Daerah Kota Depok, para staf ahli walikota, perangkat daerah serta pimpinan BUMD di lingkungan pemerintahan Kota Depok serta rekan-rekan pers atau media massa dan LSM yang kami hormati.

Laporan hasil pembahasan badan anggaran DPRD kota Depok terhadap raperda tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2021.

Rapat sidang ini dihadiri oleh kepala daerah ah dan DPRD kota Depok merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan.

Menyusun, mengajukan, dan menetapkan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD merupakan kewenangan kepala daerah selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah.

Sementara bagi DPRD sidang ini merupakan pelaksanaan fungsi anggaran, Yakni untuk membahas Rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD. Merupakan tugas dan wewenang badan anggaran DPRD untuk memberikan saran dan pendapat kepada kepala daerah dalam mempersiapkan rancangan dan Peraturan daerah tentang perubahan APBD.

Tanggapan ini merupakan tanggapan akhir yang bersifat umum dan serangkaian tanggapan, pembahasan, saran dan rekomendasi yang secara lebih rinci yang telah disampaikan dalam serangkaian rapat kerja terkait dan merupakan bagian tak terpisah dari tanggapan umum ini.

Rapat paripurna ini bertujuan melaporkan hasil pembahasan rancangan perubahan APBD Kota Depok tahun anggaran 2021. Dasar bagi perubahan APBD yang dapat dibenarkan oleh peraturan pemerintah adalah realisasi semester pertama APBD Apabila terjadi:

  1. Dengan asumsi kebijakan umum anggaran (KUA)
  2. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan penggeseran anggaran antar perangkat daerah, unit dalam perangkat daerah, antar program, antar kegiatan dan antar jenis belanja.
  3. Keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan.
  4. Keadaan darurat dan atau keadaan luar biasa. Lebih khusus, keadaan yang menyebabkan silpa tahun sebelumnya digunakan dalam tahun berjalan adalah untuk;
  5. Menutupi defisit anggaran
  6. Mendanai kewajiban Pemerintah Daerah yang belum tersedia anggarannya.
  7. Membayar bunga dan pokok utang dan atau obligasi daerah yang melampaui anggaran yang tersedia mendahului perubahan APBD.
  8. Melunasi kewajiban bunga dan pokok utang.
  9. Mendanai kenaikan gaji dan tunjangan pegawai ASN akibat adanya kebijakan pemerintah.
  10. Mendanai program dan kegiatan yang belum tersedia anggarannya dan atau
  11. Mendanai kegiatan yang capaian sasaran kinerja nya ditingkatkan dari yang telah ditetapkan dalam Depa SKPD berjalan, yang dapat diselesaikan sampai dengan batas akhir penyelesaian pembayaran dalam tahun berjalan.

DPRD kota Depok melalui badan anggaran DPRD kota Depok telah menyelesaikan serangkaian rapat kerja terkait perubahan APBD yaitu :

Rapat kerja pembahasan laporan realisasi semester pertama tahun anggaran 2021 pada tanggal 5-7 Agustus 2021.

  1. Rapat kerja pembahasan perubahan kebijakan umum T.a 2021, 6- 8 September 2021
  2. Rapat kerja pembahasan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara tahun anggaran 2021 pada tanggal 9-11 September 2021.
  3. Rapat kerja pembahasan raperda tentang perubahan APBD 2021 pada tanggal 23-26 September 2021.
  4. Rapat kerja finalisasi terhadap raperda perubahan APBD tahun anggaran 2021 pada tanggal 27 Sampai 28 September 2021. Rapat kerja pembahasan laporan realisasi semester 1 Tahun Anggaran 2020 1 pada tanggal 5 sampai 7 Agustus 2021 telah membahas dan mengkonfirmasi capaian kinerja APBD Kota Depok untuk realisasi semester 1 tersebut.

 

Pada Pembahasan mempertanyakan capaian kinerja yang secara rata rata belummencapai 50% tepatnya hanya 47,21% untuk capaian anggaran  dari 26,95% untuk serapanbelanja dariberbagai kendala disampaikan oleh pihak terkait terutama dampak pandemic covid-19 menyebabkan penjadwalan ulan pelaksanaan kegitan menunggusituasi kondusif serta beberapa kegiatan masih dalam proses pengadaan pengerjaan sehingga capaian realisasi anggaranya masih rendah. Sebaliknya rapat  juga telah  mendukung upaya lebih keras  Pemerintah Daerah untuk perbaikan dan percepatan rencana kerja untuk menjamin sasaran akhir tahunsebagaiman ayng rencana yg dituangkan dalam RKPDdapat dijamin sasaran capaiannyapada akhir tahun.hal ini dinilai sangat pentingkarena merupakan bagian tak terpisahkan  dari RPJMD dan janji Walikota.berbagai saran dan rekomendasi yg diosampaikan dalam tanggapan terhadap realisasi APBD semester I tahun 2021yang memerlukan tindak lanjut, tak dibacakan dalam tanggapan umum ini namun tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggapan ini.

Catatan pentingdari pembahasan realisasi semester I APBD Kota Depok tahun anggran 2021 adalah penyesuaian target pendapatan adanya danmapak pandemic covid-19 terutama penurunan yang berasal  dari pajak daerah dan retribusi daerah sebagai menurunkan nya kegiatan masyarakatdan perekonomian perlu diikuti strategi dengan memanfaatkan teknologieinformasi dan inovasidalam pencapaian target pendapatan rendahnya daya serapanggaran belanja tahun 2021 dapat mencapai 100%dari total anggaran belanja . Perubahan KUA dan PPASyang dibahas dan disepakatidalam rapat kerja selanjutnya, termasuk rapat kerja pembahasan Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2021. Tak terlepas dari saran dan rekomendasi dalam pembahsan realisasi tersebut.

Diharapkan pembahasan APBD Kota Depok tahun Anggaran 2021 semoga menjadi masukan agar perubahan yang diusulkan dapat menjamin tercapainya sasaran rencana kerja pemeriuntah daerah baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka menegah. ( ML )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.