Jumat, Maret 27, 2026
BerandaSeputar JabarAliansi LSM Pendidikan Dorong Solusi 24 Ribu Anak Tak Tertampung SMP di...

Aliansi LSM Pendidikan Dorong Solusi 24 Ribu Anak Tak Tertampung SMP di Depok

Depok ,rakyatwaspada Ketua Aliansi LSM Pendidikan, Mulyadi Pranowo, menggelar buka puasa bersama jajaran anggota aliansi di RM Delman Kalimulya. Dalam kesempatan itu, dibahas persoalan serius terkait masih banyaknya anak usia sekolah yang belum tertampung di jenjang SMP di Kota Depok.

Mulyadi mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, sekitar 24 ribu anak lulusan SD belum mendapatkan akses pendidikan ke tingkat SMP. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani agar program wajib belajar dapat berjalan optimal.

“Ini angka yang cukup besar dan harus segera dicarikan solusi konkret,” kata Mulyadi dalam diskusi, Rabu lalu.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang bisa ditempuh adalah membangun kemitraan antara pemerintah kota dengan sekolah swasta. Skema ini dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan harus membangun sekolah negeri baru.

Melalui kemitraan tersebut, sekolah swasta diharapkan dapat dilibatkan untuk menampung siswa yang belum tertampung, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah. Program ini ditargetkan mampu menyelesaikan persoalan dalam waktu tiga tahun.

“Setiap tahun bisa ditampung sekitar 7 sampai 10 ribu anak, sehingga dalam tiga tahun bisa tuntas,” ujarnya.

Dalam diskusi itu juga dibahas rencana pembiayaan sekolah gratis bagi siswa yang belum tertampung. Aliansi memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp72 miliar hingga Rp96 miliar per tahun.
Anggaran tersebut dinilai masih sebanding dengan kemampuan APBD Kota Depok. Dengan kebijakan ini, diharapkan anak-anak dapat bersekolah tanpa membebani orang tua.

Selain itu, Aliansi LSM
Pendidikan juga menyoroti pentingnya efisiensi penggunaan anggaran pendidikan. Mereka mendorong agar APBD difokuskan pada kebutuhan yang berdampak langsung terhadap siswa.

Penggunaan anggaran untuk program yang dianggap kurang prioritas, seperti modul latihan tertentu, disarankan untuk dikaji ulang. Sebaliknya, anggaran dinilai lebih tepat dialokasikan untuk pembangunan fasilitas sekolah dan pengurangan rasio murid dan guru.

“Yang paling penting adalah kualitas pembelajaran dan fasilitas siswa,” jelasnya.
Aliansi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota atas respons terhadap persoalan pendidikan, serta memberikan ucapan selamat kepada pejabat pendidikan yang baru.

Mulyadi menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, sekolah swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan akses pendidikan di Depok.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, target penuntasan dalam tiga tahun sangat memungkinkan tercapai,” tutupnya.( Mila )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments