Kamis, Januari 15, 2026
BerandaSeputar JabarMomen Pengambilan Rapor Ruang Strategis Yang Mempertemukan Orang Tua dan Pihak Sekolah

Momen Pengambilan Rapor Ruang Strategis Yang Mempertemukan Orang Tua dan Pihak Sekolah

rakyatwaspada.com – Imbauan Dinas Pendidikan Kota Depok yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor anak di sekolah dinilai sebagai kebijakan sederhana namun berdampak besar bagi perkembangan mental dan psikologis siswa.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, SH, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan peran keluarga dalam pendidikan.

Menurut Siswanto, pola pengasuhan di wilayah perkotaan selama ini masih cenderung menempatkan ibu sebagai pihak yang paling aktif mendampingi pendidikan anak. Sementara peran ayah sering kali terbatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Padahal, keterlibatan ayah memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan rasa percaya diri, kedisiplinan, serta motivasi belajar anak.

“Surat edaran ini sangat positif. Di kota besar seperti Depok, ayah sering kali kurang terlibat langsung dalam pendidikan anak. Padahal, kehadiran ayah di sekolah memberikan dampak psikologis yang besar dan tidak bisa digantikan,” ujar Siswanto pada Selasa (23/12).

Ia menjelaskan, momen pengambilan rapor merupakan ruang strategis yang mempertemukan orang tua dan pihak sekolah dalam dialog langsung. Kehadiran ayah pada kesempatan tersebut memberi pesan kuat kepada anak bahwa proses belajar mereka mendapat perhatian serius dari kedua orang tua.

Siswanto juga mengungkapkan pengalamannya saat hadir langsung ke sekolah untuk mengambil rapor. Ia melihat secara nyata dampak positif kebijakan tersebut terhadap kondisi psikologis anak.

“Anak-anak tampak lebih ceria, lebih percaya diri, dan bangga ketika didampingi ayahnya. Suasana sekolah pun terasa lebih hangat dengan interaksi positif antara ayah, anak, dan guru,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman sederhana seperti berjalan bersama ayah di lingkungan sekolah, berbincang dengan guru, hingga memperkenalkan ayah kepada teman-teman menjadi momen emosional yang membekas bagi anak. Hal ini berkontribusi pada pembentukan karakter, rasa aman, serta keterikatan emosional anak terhadap proses belajar.

Selain berdampak pada anak, kebijakan ini juga memberi manfaat bagi para ayah. Dengan hadir langsung, ayah dapat mendengar penjelasan guru secara objektif mengenai capaian akademik, kelebihan, serta aspek yang perlu ditingkatkan dari anak. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan pola pendampingan belajar di rumah.

Terkait siswa yang tidak memiliki ayah karena meninggal dunia, Siswanto menilai pendampingan tetap dapat dilakukan oleh anggota keluarga laki-laki lainnya, seperti kakak atau kerabat dekat. Sementara bagi ibu yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal, kondisi tersebut justru mencerminkan ketangguhan perempuan dalam menjalankan peran ganda.

“Ibu-ibu single parent adalah sosok luar biasa. Mereka memikul tanggung jawab besar terhadap pendidikan dan masa depan anak-anaknya,” katanya.

Lebih lanjut, Siswanto berharap imbauan ini tidak berhenti sebagai kebijakan administratif semata, melainkan menjadi awal perubahan budaya dalam dunia pendidikan. Ia mengajak para ayah untuk meluangkan waktu dan hadir dalam momen-momen penting pendidikan anak, sepanjang tidak terkendala oleh pekerjaan dan kondisi tertentu.

Ke depan, keterlibatan ayah di sekolah diharapkan berkembang menjadi praktik berkelanjutan yang didukung oleh kebijakan serta lingkungan sekolah yang ramah keluarga. Dengan kolaborasi seimbang antara ayah, ibu, sekolah, dan pemerintah, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan ketahanan mental anak.

Kebijakan sederhana ini pun dinilai menjadi pijakan penting bagi terwujudnya generasi Kota Depok yang unggul secara intelektual, tangguh secara emosional, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments